…dan melalui hujan,,
satu per satu Tuhan menjawab do’a-do’aku…
@soundofquietnez
…dan melalui hujan,,
satu per satu Tuhan menjawab do’a-do’aku…
@soundofquietnez

i get lost, in your eyes
and i feel my spirits rise
and soar like the wind
is it love that i am in?
(Debbie Gibson)

Who live in a pineapple under the sea??…. Spongebob squarepants.
***
Awalnya saya tidak suka dengan tayangan kartun ini. Palingan juga sama seperti sinchan. Tapi setelah “menyengaja” menonton -saking penasaran- dengan adik-adik sepupuku yang masih TK saya malah jadi keranjingan dengan sesosok spons berwarna kuning dan bercelana kotak.
“I like spongebob, because.. he is kind of good person.. he like to make a friendship and willing to help each other.. beside that he Always Positive Thingking.“
Kok bisa ya, dia betah dan bertahan hidup bertetangga dengan Squidward yang Skeptis dan “Aneh”. Padahal Squidward secara jelas dan terang-terangan membenci si Spongebob. Tapi Spongebob dengan matanya yang berbinar-binar, tetap saja positive thingking…
Ditambah lagi si Patrick yang lazy dan “kadang” memanfaatkan Spongebob.
Derita si Spongebob gak berakhir di situ aja, di tempat kerjanya Spongebob “dizholimi” Mr Crab.
Karakter Spongebob ini memang benar-benar unik, antara Lugu atau apalah.. entah.. Apa ada ya karakter seperti itu di kehidupan nyata. Orang yang benar-benar positive thingking dan ikhlas.
i wumbo, he wumbo, she wumbo.. You WUMBO???
@soundofquietnez, kertas kaca™ 031211
Tidak terasa sudah pukul 23.34 waktu di sudut kanan layar monitor ini. Berarti sudah cukup lama saya duduk bercakap-cakap melalui kertas kaca ini. Di saat beberapa orang di luar sana asik bercengkerama dengan pekerjaan mereka masing-masing, saya asik ngobrol melalui kertas kaca ini.
Sedikit bernostalgia ke masa lalu.
Saat masih kecil, banyak yang bertanya pada kita tentang apa saja yang kita inginkan, apa yang kita mau? (emang, ada bedanya ya antara Mau dan Ingin). Pada saat masih kecil, mungkin kita akan menjawab dengan sederhana. Seperti misalnya, “aku mau permen”, “aku mau main bola”, “aku ingin jadi Pilot”, dan masih banyak lagi kemauan atau keinginan yang aneh bin ajaib. Coba lihat saja iklan susu yang taglinenya “Life is an Adventure”, I want to live my life to the absolute fullest. Woow.
Masuk ke dunia Remaja, maka jawaban kita akan berubah dan disertai dengan alasan-alasan logis. Misalnya saja, “aku mau nonton bola di GBK, soalnya rame banyak temennya”.
Menjelang Dewasa dan dengan -idealis- gelar sarjana dan semacamnya, jawaban-jawaban akan lebih cenderung menggunakan argumentasi dan “ego” ke-aku-an. Misalnya saja, “aku mau kerja di perusahaan bonafide, dengan gaji $3.500″. (yang ini ngayal atau ngarep???).
Ya itulah sedikit gambaran, bagaimana kita berproses dalam hidup. Semakin bertambah usia dan kedewasaan, bertambah pula variabel jawaban kita.
Dan untuk saat ini, yang paling saya inginkan atau saya mau adalah..sangat simpel, sangat sederhana dan saya pikir tidak perlu variabel serta argumen jawaban.. karena :
“SAYA MAU TIDUR…”
*Tulisan ini berakhir di angka 23.55 dan saya ucapkan Nite World, Nite All, Nite Kertas Kacaku, Nite.. ZzzzZZZzz
*Seorang sahabat meneleponku dan bercerita mengenai kisah asmaranya
, lagi-lagi saya menjadi pendengar setia. Dan di akhir pembicaraan kami, ia berujar “aku mau cinta apa adanya, bukan ada apanya”.
Woow,, pernyataan yang sederhana, tapi “ngena”. Terinspirasi curhatan sahabat saya, saya ingin memposting sebuah cerita yang mungkin sudah banyak yang pernah baca. Tapi, tak ada salahnya kan saya mempostingnya disini. :D
***
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta“.
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting- ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya“.
Gurunya kemudian menjawab, ” Jadi ya itulah cinta!” .
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab, “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan“.
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk- buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“.
Gurunyapun kemudian menjawab, “Ya itulah perkawinan!”
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
Jatuh Cinta..
Mengapa harus Jatuh Cinta?
Setahuku, yang namanya Jatuh itu sakit.
Mungkin itulah yang membuat Kahlil Gibran bersyair :
“ketika cinta memanggilmu, maka dekatilah dia..
meskipun jalannya terjal dan berliku.
jika cinta memelukmu, maka dekaplah dia..
walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu”
sesulit itukah untuk mendapatkan cinta??
harus pula kah terluka??
jika aku dapat memilih,aku tak mau terluka..
tapi nyatanya aku terpilih untuk cinta, dan apakah aku harus pula terluka?
bulan sabit yang jatuh di pelataran
bintang redup tanpa cahaya gemintang
ku langkah tanpa arah, sesat di jalan yang terang
aku yang terlena dibuai pelukan dosa*)
Maka, dengan wajah yang mana aku harus menemui-MU?
setelah dosa-dosa membuat wajahku muram?
Dengan lidah yang mana aku harus menyeru-MU
setelah maksiat membuat lidahku bungkam?
aku malu menyeru-MU
padahal aku selalu mengulang dosa-dosaku
tapi, bagaimana mungkin seorang hamba tidak menyeru kepda junjungannya
kemana pelariaannya dan perlindungannya
jika Dia mengusirnya??
Ya Robb,,
kepada siapa aku berlindung?
jika tidak Kau tegakkan aku dari ketergelinciraku
Siapa yang akan mengasihiku
jika Engkau tidak mengasihiku..
Engkaulah yang berkata :
Siapa yang menyeru-KU tidak KU jawab?
Siapa yang meminta kepada-KU tidak aku beri?
Siapa yang berdiri didepan pintu-KU tidak AKU sambut?
innama asyku batstsi wa huzni ilallah
*)bulan bicara-Broery M