RSS Feed

tribute for My Sizta

Sudah hampir 10 jam aku berpisah dengan adikku. Dia pulang ke rumah orang tua kami setelah hampir 2 minggu menemaniku di kota ini. Ya, kami memang berbeda kota tempat tinggal. Saat ini aku tinggal di rumah nenekku, karena aku baru saja di terima kerja di kota tempat tinggal nenekku.

Padahal baru tadi pagi, adikku menyiapkan sarapan pagi untukku dan segelas susu cokelat kesukaanku. Adikku adalah orang yang paling dekat denganku, dia adikku satu-satunya. Dia yang paling mengerti sifat dan karakterku. Dia rela aku bangunkan cuma sekedar untuk menemaniku ke kamar mandi malam-malam, meskipun kamar mandinya di dalam rumah, tapi kalau rasa ketakutan menjadi aku tak berani keluar kamar sekalipun. Dia yang paling rajin dibandingkan aku. Dia rela mencucikan pakaian kotorku, membereskan kamarku dan banyak hal yang tidak bisa aku lakukan sendiri. Bahkan untuk menalikan sepatuku.

Adikku adalah seorang paling berjasa dalam hidupku. Dia rela mengalah untuk bekerja setelah lulus SMA , karena biaya pendidikan orang tua kami lebih banyak untuk biaya kuliahku. Adikku lebih banyak mengalah dan sabar di bandingkan aku. Dan yang paling membuatku bangga terhadapnya adalah ia sangat rajin untuk berpuasa senin-kamis dan tahajud. Ya, adikku adalah perempuan sholehah yang aku kagumi (Semoga Allah swt meridloi-mu).

Alhamdulillah, adikku akhirnya bisa kuliah setahun kemudian di kotaku tinggal. Setelah lulus kuliah, dia mendapatkan pekerjaan di luar kota, dan akhirnya keluarga kamipun terpisah di tiga kota yang berbeda. Dan aku harus rela berpisah dengan adikku. Sangat berat untukku berpisah darinya. Karena aku sangat tergantung kepadanya.

Namun, kabar buruk itu datang menyapaku, adikku sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit. Dan yang membuatku sedih adalah, ia sudah dirawat selama 1 minggu tanpa aku ketahui. 

Aku langsung bergegas untuk menemui adikku, dan setelah tiba di ruang perawatan aku tak kuasa menahan airmataku. Kami saling berpelukan. Aku tidak bisa berkata-kata, yang aku rasakan adalah rasa sedih dan bersalah yang luar biasa. Aku tidak ada disampingnya ketika adikku kesusahan. Aku memutuskan untuk mengambil cuti dari pekerjaanku untuk menemani adikku, meskipun saat itu ada orangtua kami juga. Hingga adikku sembuh dan kemudian adikku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan beristirahat di rumah.

Seminggu kemudian, aku yang gantian masuk rumah sakit. Aku terkena dispepsia. Dan siapa yang menungguiku di rumaha sakit?  Adikku, ya adikku yang begitu sabar merawat aku. Hingga hari ini.

Dan saat ini aku merasakan kangen yang luar biasa pada adikku. Aku yang biasa tidur ditemaninya, kini harus berani sendiri. Dan malam ini aku pun menyadari, bahwa adikku kini punya kehidupan sendiri dan tidak mungkin tinggal denganku selamanya. Ia sekarang adalah wanita dewasa. Ia punya rencana terhadap masa depannya yaitu Menikah. Ya aku harus menyadari itu semua. Ia akan menikah dan kemudian akan benar-benar berpisah denganku, ia akan memulai hidup barunya. Semoga bahagia selalu menyertaimu dik, Allah bless you. I love you, more than you know. Maafkan kakakmu ini, yang belum bisa membahagiakanmu. i love you my sizta.. 

22.30 wib,,

airmata ini tak bisa aku bendung, dan aku ingin menangis..

Robb, tunggu aku.. aku akan bercerita banyak kepada-MU,,

dengarkan Curhatku..

@soundofquietnez

About Kertas Kaca™

learn in silence.. "i came as i was made to come, i live as life allows me to live, but i will be what i wish to be" [HIK]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: